HanumBerdaya – Selama kurang lebih empat minggu, mulai dari 27 Juni hingga 26 Juli 2026, Desa Hanum Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap menjadi laboratorium sosial bagi 14 mahasiswa Program Studi Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kehadiran para peneliti muda ini bertujuan untuk menggali lebih dalam potensi budaya, dinamika sosial, serta kearifan lokal yang hidup dan berkembang ditengah masyarakat Desa Hanum.
Kegiatan penelitian lapangan ini merupakan bagian dari komitmen akademis untuk memadukan teori-teori antropologi dengan realitas kehidupan masyarakat secara langsung.
Mahasiswa tersebut merekam kehidupan masyarakat dari dekat dengan cara membaur dan tinggal bersama warga lokal. Cara ini memungkinkan mereka untuk mengamati serta merasakan langsung denyut kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Hanum Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap yang secara sehari-hari berbahasa sunda berikut kebudayaannya walaupun berada di wilayah Jawa Tengah.
Fokus penelitian mencakup berbagai aspek kehidupan, dengan tema diantaranya kekerabatan, cerita rakyat, pendidikan, pertanian, agama, pariwisata, kesenian, kesehatan, politik, ekonomi, peternakan, perkebunan, perkembangan kelompok usia, dan ekologi.
Kehadiran tim peneliti dari UGM ini disambut hangat oleh Pemerintah Desa serta warga setempat. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterbukaan mereka saat diwawancarai, diajak berdiskusi, hingga memfasilitasi kegiatan harian mahasiswa.
"Kami sangat bersyukur atas penyambutan yang begitu hangat dari warga Desa Hanum. Kehangatan dan keterbukaan warga membuat proses penelitian kami berjalan lancar dan penuh makna," ungkap salah satu perwakilan mahasiswa.
Bagi warga Desa Hanum, kehadiran para mahasiswa ini bukan hanya sekadar riset, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mendokumentasikan kekayaan budaya desa mereka agar lebih dikenal luas.
Mengakhiri masa penelitiannya, para mahasiswa membawa pulang tidak hanya tumpukan data akademis, tetapi juga ikatan kekeluargaan dan pelajaran hidup yang berharga.
Semoga data dan temuan yang diperoleh selama kurang lebih satu bulan di Desa Hanum, dapat diolah menjadi laporan etnografi, karya ilmiah, atau rekomendasi berbasis data budaya yang diharapkan dapat memberikan manfaat kembali bagi pengembangan Desa Hanum dimasa depan.
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
TOTAL
Kirim Komentar